Telp/ Whatsapp
088213106177
Telp/ Whatsapp
0857 7187 6503

Di kota-kota besar, penggunaan kayu untuk bangunan sudah banyak digantikan oleh Rangka Atap Baja Ringan. Selain produksi kayu yang semakin berkurang, ke-praktisan penggunaan rangka atap baja ringan dalam aplikasi atap rumah saat ini telah menjadi pilihan yang paling efektif.

Seperti kita ketahui bersama bahwa produksi kayu Indonesia sudah jauh berkurang. Apalagi produk olahan kayu sekarang banyak yang lebih memiliki nilai ekonomi di bandingkan hanya sekedar dipotong untuk keperluan bangunan.

Sehingga untuk daerah yang memiliki akses yang jauh dari hutan harus mencari alternatif lain sebaga penganti kayu.

Beberapa aplikasi perkayuan dalam mendirikan bangunan telah digantikan oleh bahan lain seperti Alumunium dan UPVC untuk aplikasi kusen, jendela, pintu dan plafon.

Pun begitu dengan rangka yang digunakan untuk plafon, yang selama ini menggunakan kayu saat ini sudah menggunakan bahan lain seperti alumunium atau baja ringan. Dan bagian atap adalah bagian yang paling banyak menggunakan bahan kayu sebelumnya, saat ini sudah di subtitusi dengan menggunakan rangka baja atau rangka atap baja ringan.

Kelebihan dan Kekurangan Rangka Atap Baja Ringan di bandingkan Kayu

Aplikasi rangka Atap menggunakan Baja ringan ini semakin luas digunakan seiring dengan perkembangan jumlah penduduk yang membutuhkan hunian. Developer lebih memilih rangka atap dari bahan baja ringan disebabkan beberapa keunggulan bahan ini, antara lain:

  • Rangka atap baja ringan dapat diproduksi secara massal dan dalam waktu yang lebih singkat jika dibandingkan dengan bahan kayu yang butuh waktu hingga puluhan tahun.
  • Kestabilan bentuk, rangka atap baja ringan memiliki kestabilan yang lebih baik dari kayu. Kayu sering melengkung jika terpapar panas dalam waktu yang lama. Apalagi jika kayu yang digunakan tergolong kayu muda.
  • Baja ringan memiliki bentang panjang yang lebih panjang daripada kayu. Ukuran standar kayu hanya maksimal 16 kaki (4,8 meter) sedangkan baja ringan dapat mencapai 20 kaki atau sekitar 6 meter.
  • Dengan ukuran (volume) yang sama, baja ringan memiliki bobot yang jauh lebih ringan, hanya 30% dari bobot kayu. sehingga memudahkan dalam proses pendistribusian (pengangkutan ke site).
  • Dengan bobot yang lebih ringan, rangka atap baja ringan lebih aman saat terjadi gempa.
  • Tahan rayap, panas dan perubahan cuaca.
  • Menganut prinsip eco green, Baja ringan dapat didaur ulang secara cepat, sedangkan untuk kayu membutuhkan waktu yang sangat lama.
  • Aplikasi mudah, cepat, dan presisi

Namun walau memiliki banyak keunggulan, rangka atap baja ringan juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu Baja ringan lemah pada insulasi panas dan transmisi suara. Saat pemasangan perlu diperhatikan dengan seksama, karena bagian yang tergores akan sangat mudah berkarat dan akhirnya rusak. Karenanya pemasangan atap bajaringan harus dilakukan oleh ahlinya. Tim kami siap membantu Anda melakukan pemasangan atap baja ringan dengan harga paling bersahabat.

Selain itu, kami juga melayani pemasangan atap berbahan kayu jika dibutuhkan. Kami juga siap mengerjakan dak beton untuk atap. Hubungi kami untuk informasi pemasangan baja ringan harga termurah!